Rabu, 21 Juni 2023

Materi Pembelajaran Rol Depan PJOK

Pengertian Roll Depan: Teknik Dasar Dan Manfaatnya bagi Tubuh


Roll depan merupakan suatu kegiatan dalam olahraga senam yang berfungsi untuk membentuk badan yang kuat, terutama bagian punggung. Selain itu roll depan digunakan untuk melatih konsentrasi dan kemampuan siswa setelah melakukan roll depan.

Roll depan pada hakikatnya merupakan rangkaian teknik bergerak. Tujuannya agar tubuh melakukan gerak berguling atau menggelinding ke depan seperti halnya bola. Fungsi utamanya untuk memperkuat tubuh, terutama bagian punggung. 

Gerakan roll depan dapat dilakukan dengan awalan posisi jongkok maupun berdiri. Maka, gerakan roll depan menjadi penting sehingga dapat dikembangkan dan dikombinasikan dengan gerakan lainnya. 

Meski ini merupakan senam lantai tanpa alat tapi, namun tetap dibutuhkan satu-satunya peralatan yakni permukaan yang nyaman. Gerakan ini bisa dilakukan di atas rumput, pasir, maupun alas khusus. 

Cara melakukan roll depan dapat dibagi dua dengan menggunakan dua jenis awalan yaitu posisi jongkok dan berdiri. Urutan perkenaan anggota tubuh di matras saat melakukan roll depan diawali dari tengkuk, punggung, pinggang, dan diikuti oleh panggul. 

Cara melakukan roll depan dari posisi jongkok (Foto: Wikihow)
Cara melakukan roll depan dari posisi jongkok (Foto: Wikihow)

Cara melakukan Roll Depan Dengan Posisi Jongkok:

  1. Tubuh dalam posisi jongkok menghadap matras. Telapak tangan diletakkan pada matras dengan posisi lebih depan dari telapak kaki. 
  2. Pantat diangkat dan kepala diarahkan di antara kedua telapak tangan atau seperti melakukan sujud.
  3. Dagu ditempelkan pada dada.
  4. Kemudian dorong kepala hingga masuk melewati kedua telapak tangan. Cara mendorongnya yaitu pantat diangkat lebih tinggi lagi sekaligus condong ke arah depan.
  5. Tulang punggung bagian atas dekat leher, ditempelkan ke lantai. Lalu dorong tubuh ke arah depan, hingga berguling ke depan.
  6. Dorong menggunakan otot perut, sehingga setelahnya tubuh akan kembali ke posisi awal.

Cara melakukan Roll Depan Dengan Posisi Berdiri:

  1. Pertama dari posisi berdiri, lalu bungkukkan badan dan tempelkan kedua tangan ke lantai.
  2. Kepala ditundukkan hingga dagu menempel di dada.
  3. Posisi badan direndahkan kedua siku tangan akan tertekuk sampai membentuk sudut 45 derajat.
  4. Lakukan tolakan dengan menggunakan pergelangan kaki, sebelum tulang punggung atau pangkal leher menyentuh lantai, kedua tangan jadi penahan tubuh sementara dan perlahan-lahan menurunkan tubuh. 
  5. Apabila tubuh sudah menggelinding ke depan, kedua telapak kaki menapak lantai, tubuh harus segera didorong untuk bangkit berdiri seperti posisi awal.
Teknik dasar roll depan dari posisi berdiri (Foto: Wordpress)
Teknik dasar roll depan dari posisi berdiri (Foto: Wordpress)

Manfaat Gerakan Roll Depan untuk Kesehatan dan Kebugaran Tubuh:

  1. Membakar kalori. Gerakan senam lantai khusus roll depan dapat bermanfaat dalam membakar kalori karena membuat tubuh berkeringat. 
  2. Menguatkan tulang. Gerakan roll depan sejatinya dapat membuat tulang jadi kuat karena terdapat putaran yang dilakukan searah dengan bentuk tulang manusia. Apabila dilakukan dengan benar akan dapat menguatkan tulang.
  3. Melenturkan tubuh. Gerakan roll depan dapat juga bermanfaat meningkatkan kelenturan tubuh. Bila dilakukan rutin, niscara semakin mudah melakukannya. Itu adalah tanda badan sudah semakin lentur. 

Itu tadi pembahasan soal gerak roll depan, teknik dasar dan manfaatnya. Semoga bermanfaat bagi para pembaca. 

Senin, 10 April 2017

Surat izin Survei Sarana dan Prasarana Penjas di sekolah


KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI PENDIDIDKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Alamat : Jl.wijaya kusuma raya banta-bantaeng
No.Telp. (0411) 872603Kode pos 90222 makassar



Nomor        : 001/MK.SP/FIK-PJKR/IV/2017
Hal             : Permohonan Izin Survei Sarana dan Prasarana Penjaskes
                     SD Negeri Rappocini
Lampiran    : 1 Lembar

Yang terhormat,
Bapak/Ibu KEPALA SEKOLAH

Di tempat

Dengan Hormat,
            Dalam rangka survei Sarana dan Prasarana Penjaskes di Sekolah Dasar Negeri Rappocini yang dimana mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM ditugaskan sebagai tugas akhir untuk menyelesaikan Mata Kuliah Sarana dan Prasarana. Maka kami memohon izin kepada Bapak/Ibu untuk melakukan kegiatan tersebut.
            Besar harapan kami untuk dapat melakukan survei Sarana dan Prasarana Penjaskes di Sekolah Dasar Negeri Rappocini. Atas kerja sama dan perhatian dari Bapak/Ibu, kami mengucapkan terima kasih.
Makassar, 7 April 2017
Dosen Mata Kuliah,


                Dr. Benny Badaru, M.Pd.
NIP. 19851011 201012 1 006






KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI PENDIDIDKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Alamat : Jl.wijaya kusuma raya banta-bantaeng
No.Telp. (0411) 872603Kode pos 90222 makassar




Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM)
Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) PJKR
No.
NAMA
NIM
ANGKATAN
1.
A. GUNAWAN DAHLAN
1431040011
2014
2.
MUHAMMAD AZWAR
1431040009
2014
3.
RAHMIATY PADLI
1431040005
2014
4.
WAHYUNI
1431040013
2014






KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI PENDIDIDKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Alamat : Jl.wijaya kusuma raya banta-bantaeng
No.Telp. (0411) 872603, Kode pos 90222 makassar



Nomor        : 002/MK.SP/FIK-PJKR/IV/2017
Hal             : Permohonan Izin Survei Sarana dan Prasarana Penjaskes
                     SD Negeri Rappocini
Lampiran    : 1 Lembar

Yang terhormat,
Bapak/Ibu Guru Penjaskes

Di tempat

Dengan Hormat,
            Dalam rangka survei Sarana dan Prasarana Penjaskes di Sekolah Dasar Negeri Rappocini yang dimana mahasiswa Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM ditugaskan sebagai tugas akhir untuk menyelesaikan Mata Kuliah Sarana dan Prasarana. Maka kami memohon izin kepada Bapak/Ibu untuk melakukan kegiatan tersebut.
            Besar harapan kami untuk dapat melakukan survei Sarana dan Prasarana Penjaskes di Sekolah Dasar Negeri Rappocini. Atas kerja sama dan perhatian dari Bapak/Ibu, kami mengucapkan terima kasih.
Makassar, 7 April 2017
Dosen Mata Kuliah,


                Dr. Benny Badaru, M.Pd.
NIP. 19851011 201012 1 006






KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI PENDIDIDKAN TINGGI
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
Alamat : Jl.wijaya kusuma raya banta-bantaeng
No.Telp. (0411) 872603, Kode pos 90222 makassar




Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM)
Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) PJKR
No.
NAMA
NIM
ANGKATAN
1.
A. GUNAWAN DAHLAN
1431040011
2014
2.
MUHAMMAD AZWAR
1431040009
2014
3.
RAHMIATY PADLI
1431040005
2014
4.
WAHYUNI
1431040013
2014






Sabtu, 25 Maret 2017

METODOLOGI PENELITIAN DASAR


MAKALAH

METODOLOGI PENELITIAN DASAR

DI SUSUN OLEH
KELOMPOK 1 PJKR A

MUHAMMAD IQBAL SWEDYE

AGNESIA FERNANDA DAUD

MUHAMMAD AZWAR

MUHAMMAD SAKIR

RIS HARMIATI

NURSALLAM

ASRULLAH

WAHYUNI

PENDIDIKAN JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR
2017




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Aktivitas penelitian pada dasarnya sering dilakukan oleh manusia. Tidak hanya kalangan professor, doktor, atau juga mahasiswa. Secara tak sadar ketika seorang ibu melakukan pengamatan atas perkembangan anaknya jika dikorelasikan dengan susu formula yang diberikan, pada saat itulah sebenarnya ibu tersebut telah melakukan salah satu tindak penelitian.
Penelitian itu sendiri memiliki banyak definisi. Supranto mendefinisikan penelitian sebagai suatu kegiatan untuk memperoleh data dan informasi yang berguna untuk mengetahui sesuatu, untuk memecahkan masalah, atau untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Sedangkan Sekaran mendefinisikan penelitian sebagai proses dengan berbagai langkah dalam menemukan solusi terhadap masalah yang problematik guna membantu manajer untuk membuat keputusan yang tepat.
Dari definisi diatas diperoleh kata kunci penelitian meliputi tiga hal yaitu proses, masalah dan pengambilan keputusan. Dan untuk sampai pada pengambilan keputusan diperlukan yang namanya metode untuk menganalisis data yang terkumpul. Adapun analisis data yang menggunakan teori dan rumus-rumus statistik dalam dunia penelitian disebut sebagai penelitian kuantitatif. 
Dan dalam perkembangannya penelitian kuantittatif ini tidak hanya digandrungi oleh mahasiswa yang kuliah dijurusan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Tetapi sudah tidak jarang mahasiswa S1 maupun S2 yang mengambil pendekatan kuantitatif dalam penelitiannya. Hal ini bisa disebabkan karena karakter kerja penelitian kuantitatif yang terencana, sistematis, dan jelas sejak awal hingga tahap pengembilan keputusan. Demikian pula bagi para calon magister Pendidikan Islam penting kiranya untuk memahami penelitian kuantitatif ini sebagai alternative pilihan penelitiannya nanti. Dan untuk itulah makalah ini dibuat.





B.     Rumusan Masalah
1.      Apa Pengertian Penelitian Kuantitatif?
2.      Bagaimana masalah dalam penelitian?
3.      Bagaimana rumusan masalah dalam penelitian?
4.      Bagaimana  Proses Penelitian Kuantitatif?
5.      Apa yang dimaksud Variabel Penelitian?
6.      Bagaimana paradigma dalam penelitian?
7.       Apakah pengertian teori?
8.      Bagaimana tingkatan dan fokus teori?
9.      Apa kegunaan teori dalam penelitian?
10.  Bagaimana deskripsi teori?
11.  Bagaimana Kerangka Berfikir dalam penelitian?
12.  Apakah yang dimaksud Hipotesis dalam penelitian?
C.    Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.       Mengetahui Pengertian Penelitian Kuantitatif.
2.      Memahami masalah dalam penelitian.
3.      Mengetahui rumusan masalah dalam penelitian.
4.       Mengetahui Proses Penelitian Kuantitatif.
5.      Mengetahui dimaksud Variabel Penelitian.
6.      Mengetahui paradigma dalam penelitian.
7.       Mengetahui pengertian teori.
8.      Memahami tingkatan dan fokus teori.
9.      Memahami kegunaan teori dalam penelitian
10.  Memahami deskripsi teori.
11.  Mengetahui Kerangka Berfikir dalam penelitian.
12.  Mengetahui yang dimaksud Hipotesis dalam penelitian.



BAB II
PEMBAHASAN

PROSES PENELITIAN, VARIABEL, DAN
PARADIGMA PENELITIAN

A.    Pengertian Penelitian Kuantitatif
Penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, table, grafik, atau tampilan lainnya. Namun bukan berarti penelitian kuantitatif bersih dari data yang berupa informasi kualitatif.Penelitian kuantitatif ini menekankan pada hasil survey sedangkanpenelitian kualitatif yang menekankan pada studi kasus.
Penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.

B.     Proses Penelitian Kuantitatif
Penelitian selalu berangkat dari masalah, namun masalah yang dibawa peneliti kuantitatif dan kualitatif berbeda. Dalam penelitian kuantitatif, masalah yang dibawa oleh peneliti harus sudah jelas, sedangkan masalah setelah masalah diidentifikasi, dan dibatasi maka selanjutnya masalah tersebut dirumuskan. Rumusan masalah pada umumnya dinyatakan dalam kalimat pertanyaan. Dengan pertanyaan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk kengiatan penelitian selanjutnya.Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka peneliti menggunakan berbangai teori menjawabnya.
Hipotesis yang masih merupakan jawaban sementara tersebut, selanjutnya akan dibuktikan kebenaranya secara empiris/nyata.untuk itu peneliti melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan pada populasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti.
Menelitih adalah mencari data yang diteliti/akurat. Untuk itu peneliti menggunakan instrument penelitian. Dalam ilmu-ilmu alam, teknik, dan ilmu-ilmu empirik lainnya, instrument penelitian seperti thermometer untuk mengukur suhu, timbangan untuk mengukur berat semuanya sudah ada, sehingga tidak perlu membuat instrument. Setelah instrument teruji validitas dan reliabilitasnya, maka dapat digunakan untuk mengukur variabel yang telah ditetapkan untuk diteliti. Instrumen untuk pengumpulan data dapat berbentuk test dan non test.
Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis. Analisis diarahkan untuk menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan. Dalam penelitian kuantitatif analisis data penggunaan statistik. Statistik yang digunakan dapat berupa statistik deskriptif dan statistic nonparamentris.
Data hasil analisi selanjutnya disajikan dan diberikan pembahasan. pengkajian data dapat menggunakan table ditribusi frekuensi. grafik garis, grafik batang piechart (diagram lingkaran) dan pictogram. Pembahasan terhadap hasil penelitian merupakan penjelasan yang mendalam dan inperstasasi terhadap data-data yang telah di sajikan.

C.    Masalah
Seperti telah dikemukan bahwa pada dasarnya penelitian iti dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah. Seperti dinyatakan oleh emori (1985) bahwa, baik penelitian murni maupun terapan, semuanya berangkat dari masalah, hanya untuk penelitian terapan, hasilnya langsung dapat digunakan untuk membuat keputusan.
Jadi setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah, walaupun diakui bahwa memiliki masalah penelitian sering merupakan hal yang paling sulit dalam proses penelitian (tuckman, 1998). Bila dalam penelitian telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah, maka sebenarnya pekerjaan penelitian 50% telah selesai. Oleh karena itu, menemukan masalah dalam penelitian merupakan pekerjaan yang tidak mudah, tetapi setelah masalah dapat ditemukan, maka pekerjaan penelitian akan segera dapat dilakukan.

1.      Sumber Masalah
Masalah dapat diartikan sebangai penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan pelaksanaan. Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya pengaduan, dan kompetisi.

a.       Terdapat penyimpangan antara pengalaman dengan kenyataan.
Didunia ini yang tetap hanya perubahan namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh orang-orang tertentu, karena akan dapat menimbulkan masalah.
b.      Terdapat penyimpangan antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan. Suatu rencana yang telah ditetapkan, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana tersebut, maka tentu ada  masalah.
c.       Ada pengaduan
Dalam suatu organisasi yang tadinya tenang tidak ada masalah, ternyata setelah ada pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan, maka timbul masalah dalam organisasi itu.

D.    Rumusan masalah
a.       Rumusan masalah komparatif
Rumusan masalah kompiratif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan suatu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau pada waktu yang berbeda. contoh rumusan masalahnya adalah sebangai berikut.
·         Adakah perbedaan  produktifitas kerja antara pengawai negeri. BUMN dan swasta? (satu variabel pada 3 sampel).
·         Adakah kesamaan cara promosi antara perusahaan A dan B?
·         Adakah perbedaan, kemampuan dan disiplin kerja antara pengawai swasta nasional,dan perusahaan asing (2 variabel, pada 2 sampel)
·         Adakah perbedaan kenyamanan naik kereta api dan bus menurut berbangai kelompok masyarakat.

b.      Rumusan masalah assosiatif
Rumusan masalah assosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara 2 variabel atau lebih. terdapat 3 bentuk hubungan yaitu: hubungan simetris, hubungan kausal, dan interaktif/resifrocall/timbale balik.
Ø  Hubungan simetris
Hubungan simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif
Ø  Hubungan kausal
Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibatnya. Jadi disini ada variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi).
Ø  Hubugan interaktif/risiprocal/timbal balik
Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhu. Disini tidak diketahui mana variabel independen dan depanden.

E.     Variabel Penelitian
Pengertian variabel penelitian
                 Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
            Secara teoritis variabel dapat didefenisikan sebagai atribut seseorang,atau obyek, yang mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lainatau satu obyek dengan obyek yang lain (hatch dan farhady, 1981).
Karlinger  (1973) menyatakan bahwa variabel adalah konstrukatau sifat yang dapat dipelajari.diberikan contoh misalnya tingkat aspirasi, penghasilan, pendidikan, status social,jenis kelamin, golongan gaji, produktivitas kerja, dan lain-lain.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilaidari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Macam-macam variable
a)      Variabel independen  atau variabel bebas
Merupakan variabel yang mempengaruhu atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)
b)     Variabel dependen arau variabel terikat
Variabel yang dipengaruhu atau yang menjadi akibat, karena adanya veriabel bebas.
c)      Variabel moderator
Variabel yang mempengaruhu (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen dan dependen
d)     Variabel control
Variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak di pengaruhu oleh factor luar yang tidak diteliti.

F.     Paradigma penelitian
                 Dalam penelitian kuantitatif /vositifistik, yang dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan,dan hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat), maka peneliti dapat melakukan penelitian dengan mengfokoskan kepada eberapa variabel saja. pada hubungan antara variabel jadi akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigm penelitian.
                 Jadi paradigma penelitian dalam hal ini artikan sebagai pola fikir yang menunjukan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistic yang akan digunakan.

G.    Menemukan masalah
            Pada dasarnya setiap orang memiliki masalah, bahkan orang yang tidak mempunyai masalah atau dimasahkan oleh orang lain (hanya orang gila yang tidak mempunyai masalah). namun seperti telah dikemukakan bahwa menemukan masalah yang betul-betul masalah bukanlah pekerjaan mudah. Oleh karena itu, bila masalah penelitian telah ditemukan, maka pekerjaan penelitian telah 50% selesai.dengan demikian pekerjaan menemukan masalah merupakan 50% dari kengiatan penelitian
            Untuk menemukan masalah dapat dilakukan dengan cara meelakukan analisis masalah, yaitu dengan pohon masalah.dengan analisi masalah melalui pohon masalah ini, maka permasalahan dapat diketahui mana masalah yang penting, yang kurang pentig dan yang tidak penting. Melalui analisis masalah ini juga dapat diketahui akar-akar permasalahannya.

 


LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN
PENGAJUAN HIPOTESIS
A.    Pengertian teori
                 Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkat konsep, berselisih, dan kroposisi yang disusun secara sistematis. Secara umum, teori mempunyai 3 fungsi, yaitu untuk menjelaskan (eksplanation), meramalkan (prediction), dan pengendalian (control) suatu gejala.

B.     Tingkat dan fokus teori
Numan (dalam Sugiyono, 2008) mengatakan bahwa tingkatan teori dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: micromeso, dan macro.
*      Level teori micro maksudnya: memerlukan hanya sedikit waktu, tempat, dan sejumlah orang. Konsep, biasanya tidak terlalu abstrak.
*      Level teori meso maksudnya: mencoba menarik benang merah antara micro dan macro. Contoh: teori organisasi dan gerakan sosial, atau komunitas tertentu.
*      Level teori macro: berkenaan dengan hal-hal yang  operasional seperti lembaga sosial, sistem budaya secara keseluruhan, dan keseluruhan masyarakat. Level ini banyak menggunakan konsep dan abstract.
Selanjutnya, Numan mengatakan bahwa fokus teori dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu: teori substantif, teori formal, dan teori pertengahan (antara):
v  Teori substantif adalah pengembangan dari hal-hal yang khusus, seperti: aksi pemogokan kerja, kelompok anak nakal, perceraian, atau pertentangan antar golongan.
v  Teori formal adalah konsep yang global di dalam ilmu umum, seperti penyimpangan – penyimpangan dalam bidang sosial dan kekuasaan.
v  Teori pertengahan (antara) adalah sedikit lebih abstrak. Bentuknya dapat formal. Biasanya digunakan didalam ilmu sosiologi.

C.      Kegunaan teori dalam penelitian
Dalam kaitannya dengan penelitian, maka fungsi teori adalah sebagai berikut:
a.       Digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup, atau konstruk variabel yang akan diteliti.
b.      (Prediksi dan pemandu untuk menemukan fakta) adalah merumuskan hipotesis dan menyusun instrumen penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan yang bersifat prediktif.
c.       Digunakan mencandra dan membahas hasil penelitian, sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam pemecahan masalah.

D.    Deskripsi teori
            Deskripsi teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang releven dengan variabel yang diteliti. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu dikemukakan/dideskripsikan, akan tergantung pada luasnya permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang diteliti.
v  Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsikan teori adalah sebagai berikut:
§  Tetapkan nama variabel yang diteliti, dan jumlah variabelnya.
§  Cari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedie, journal ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertai) yang banyak-banyaknya dan yang releven dengan setiap variabel yang diteliti.
§  Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topic yang releven dengan setiap variabel yang akan diteliti
§  Cari defenisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap sumber bacaan, bandingkan dengan antara satu sumber vdengan sumber yang lain, dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitan yang akan dilakukan.
§  Baca seluruh isi topic buku yang sesuai dengan variabel yang akan diteliti,lakukan analisa, renungkan, dan buatlah rumusan dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca.
§  Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai sumber kedalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri.

E.     Kerangka Berfikir
                 Uma Sekaran (Dalam Sugiyono, 2008) mengatakan Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bangaimana teori berhubungan dengan berbangai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka berfikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis perlautan antara variabel yang akan diteliti, jadi secara teoritis,peril dijelaskan hubungan antara variabel independen  dan dependen.

1.      Menetapkan variabel yang diteliti.
Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis, maka harus ditetapkan terlebih dulu variabel penelitiannya. Berapa jumlah variabel yang diteliti, dan apakah nama setiap variabel, merupakan titik tolak untuk menentukan teori yang akan dikemukakan.
2.      Membaca buku hasil penelitian (HP).
Setelah variabel ditentukan , maka langkah berikutnya adalah membaca buku – buku dan hasil penelitian yang relevan. Buku – buku yang dibaca dapat berbentuk teks, ensiklopedia, dan kamus. Hasil penelitian yang dapat dibaca adalah: laporan penelitian, journal ilmiah, skripsi, tesis dan disertasi.
3.      Deskripsi teori dan hasil penelitian (HP).
Dari buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teori – teori yang berkenaan dengan variabel yang diteliti. Deskripsi teori berisi tentang definisi  terhadap masing –masing variabel yang diteliti, uraian rinci tentang ruang lingkup setiap variabel, dan kedudukan antara variabel satu dengan yang lain.
4.      Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian
Pada tahap ini peneliti melakukan analisis secara kritis terhadap teori – teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan. Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori – teori dan hasil penelitian yang telah ditetapkan itu betul – betul  sesuai dengan obyek penelitian atau tidak, karena sering terjadi teori – teori yang berasal dari luar tidak sesuai dengan kondisi di dalam negeri.
5.      Analisis komparatif terhadap teori dan hasil penelitian.
Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain, dan hasil penelitian satu dengan penelitian yang lain. Melalui analisis komparitif ini peneliti dapat memadukan antara teori satu dengan teori yang lain, atau mereduksi bila dipandang terlalu luas.
6.      Sintesa kesimpulan
Melalui analisis kritis dan komparatif thdp teori-teori dan hasil penelitian yg relevan dgn semua variabel yg diteliti, selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara. Perpaduan sintesa antara variabel satu dgn variabel yang lain akan mengahasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk merumuskan hipotesis.
7.      Kerangka Berpikir
Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat dirumuskan maka selanjutnya dapat disusun kerangka berpikir. Kerangka berpikir yang dihasilkan dapat berupa kerangka berpikir yang asosiatif/hubungan maupun komparatif/perbandingan. Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat: jika begini maka akan begitu; Jika guru kompeten, maka hasil belajar akan tinggi. Jika kepemimpinan kepala sekolah baik, maka iklim kerja sekolah akan baik. Jika kebijakan pendidikan dilaksanakan secara baik dan konsisten, maka kualitas SDM di Indonesia akan meningkat pada gradasi yang tinggi.
8.      Hipotesis
Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya disusun hipotesis. Bila kerangka berpikir berbunyi ”jika guru kompeten, maka hasil belajar akan tinggi”, maka hipotesisnya berbunyi ”ada hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil belajar”. Bila kerangka berpikir berbunyi karena lembaga pendidikan A menggunakan teknologi pembelajaran yang tinggi, maka kualitas hasil belajar akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan B yang teknologi pembelajarannya rendah. Hipotesisnya akan berbunyi: ”Terdapat perbedaan kualitas hasil belajar yang signifikan antara lembaga pendidikan A dan B, atau hasil belajar lembaga pendidikan A lebih tinggi bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan B”

Selanjutnya, Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2008) menengarahi bahwa kerangka berpikir yang baik, memuat hal – hal sebagai berikut:
*      Variabel – variabel yang akan diteliti harus dijelaskan.
*      Diskusi dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan hubungan antar variabel yang diteliti, dan teori yang mendasari.
*      Diskusi juga harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu positif atau negatip, berbentuk simetris, kausal atau interaktif (timbal balik).
*      Kerangka berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma penelitian), sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yang dikemukakan.

F.     Hipotesis
            Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. dikatakan sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang releven, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data.
            Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kuantitatif, tidak dirumuskan hipotesis, tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis.

*      Bentuk-bentuk hipotesis
·         Hipotesis deskriptif
Hipotesis deskriptif adalah jawaban sementara terhadap masalah deskriptif.
·         Hipotesis komparatif
Hipotesis komparatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah komparatif. Pada rumusan ini variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan itu terjadi padaktu yang berbeda.
·         Hipotesis assosiatif
Hipotesis assosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan  masalah assosiatif, yaitu yang menyakan hubungan antara dua variabel atau lebih




BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Penelitian Kuantitatif adalah penelitian yang ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Penelitian kuantitatif menyajikan proposal yang bersifat lengkap, rinci, prosedur yang spesifik, literatur yang lengkap dan hipotesis yang dirumuskan dengan jelas.
Sebuah penelitian tentunya harus dirancang dan direncanakan terlebih dahulu. Dalam penelitian kuantitatif, pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran variabel, prosedur dan teknik sampling, instrument, pengumpulan data, analisis data yang terkumpul, dan pelaporan hasil penelitian. Selain hal-hal tersebut, peneliti juga harus memikirkan teknik, instrumen, dan kelengkapan penelitian lainnya yang diperlukan dalam penelitian kuantitatif.
Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.

B.     SARAN
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan. Kami tetap berharap makalah ini tetap memeberikan manfaat bagi pembaca. Namun, saran dan kritik yang sifatnya membangun dengan tangan terbuka kami terima demi kesempurnaan dimasa akan datang.


DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung: Alfabet