MAKALAH
METODOLOGI PENELITIAN DASAR
DI SUSUN OLEH
KELOMPOK 1 PJKR A
MUHAMMAD IQBAL SWEDYE
AGNESIA FERNANDA DAUD
MUHAMMAD AZWAR
MUHAMMAD SAKIR
RIS HARMIATI
NURSALLAM
ASRULLAH
WAHYUNI
PENDIDIKAN
JASMANI KESEHATAN DAN REKREASI
FAKULTAS
ILMU KEOLAHRAGAAN
UNIVERSITAS
NEGERI MAKASSAR
2017
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Aktivitas penelitian pada dasarnya sering dilakukan
oleh manusia. Tidak hanya kalangan professor, doktor, atau juga mahasiswa.
Secara tak sadar ketika seorang ibu melakukan pengamatan atas perkembangan
anaknya jika dikorelasikan dengan susu formula yang diberikan, pada saat itulah
sebenarnya ibu tersebut telah melakukan salah satu tindak penelitian.
Penelitian itu sendiri memiliki banyak definisi.
Supranto mendefinisikan penelitian sebagai suatu kegiatan untuk memperoleh data
dan informasi yang berguna untuk mengetahui sesuatu, untuk memecahkan masalah,
atau untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Sedangkan Sekaran mendefinisikan
penelitian sebagai proses dengan berbagai langkah dalam menemukan solusi
terhadap masalah yang problematik guna membantu manajer untuk membuat keputusan
yang tepat.
Dari definisi diatas diperoleh kata kunci penelitian
meliputi tiga hal yaitu proses, masalah dan pengambilan keputusan. Dan untuk
sampai pada pengambilan keputusan diperlukan yang namanya metode untuk
menganalisis data yang terkumpul. Adapun analisis data yang menggunakan teori
dan rumus-rumus statistik dalam dunia penelitian disebut sebagai penelitian
kuantitatif.
Dan dalam perkembangannya penelitian kuantittatif ini
tidak hanya digandrungi oleh mahasiswa yang kuliah dijurusan Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam. Tetapi sudah tidak jarang mahasiswa S1 maupun S2 yang
mengambil pendekatan kuantitatif dalam penelitiannya. Hal ini bisa disebabkan
karena karakter kerja penelitian kuantitatif yang terencana, sistematis, dan jelas
sejak awal hingga tahap pengembilan keputusan. Demikian pula bagi para calon
magister Pendidikan Islam penting kiranya untuk memahami penelitian kuantitatif
ini sebagai alternative pilihan penelitiannya nanti. Dan untuk itulah makalah
ini dibuat.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa Pengertian Penelitian
Kuantitatif?
2.
Bagaimana
masalah dalam penelitian?
3.
Bagaimana
rumusan masalah dalam penelitian?
4.
Bagaimana Proses Penelitian Kuantitatif?
5.
Apa yang dimaksud Variabel Penelitian?
6.
Bagaimana paradigma dalam
penelitian?
7.
Apakah pengertian
teori?
8.
Bagaimana tingkatan
dan fokus teori?
9.
Apa kegunaan teori dalam
penelitian?
10.
Bagaimana deskripsi
teori?
11. Bagaimana Kerangka Berfikir dalam penelitian?
12. Apakah yang dimaksud Hipotesis dalam penelitian?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1.
Mengetahui Pengertian Penelitian Kuantitatif.
2.
Memahami
masalah dalam penelitian.
3.
Mengetahui
rumusan masalah dalam penelitian.
4.
Mengetahui Proses Penelitian Kuantitatif.
5.
Mengetahui dimaksud
Variabel Penelitian.
6.
Mengetahui paradigma dalam
penelitian.
7.
Mengetahui pengertian
teori.
8.
Memahami
tingkatan dan fokus teori.
9.
Memahami
kegunaan teori dalam penelitian
10.
Memahami
deskripsi teori.
11. Mengetahui Kerangka Berfikir dalam penelitian.
12. Mengetahui yang dimaksud Hipotesis dalam penelitian.
BAB
II
PEMBAHASAN
PROSES PENELITIAN, VARIABEL, DAN
PARADIGMA PENELITIAN
A.
Pengertian Penelitian Kuantitatif
Penelitian
kuantitatif dapat diartikan sebagai penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu,
teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan
data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat statistik dengan
tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
Tujuan Penelitian Kuantitatif adalah
mengembangkan dan menggunakan model-model matematis, teori-teori dan hipotesis
yang dikaitkan dengan fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk
menguji suatu teori, untuk menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan
statistik, untuk menunjukkan hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat
mengembangkan konsep, mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal,
baik itu dalam ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.
B.
Proses Penelitian Kuantitatif
Penelitian
selalu berangkat dari masalah, namun masalah yang dibawa peneliti
kuantitatif dan kualitatif berbeda. Dalam penelitian kuantitatif, masalah
yang dibawa oleh peneliti harus sudah jelas, sedangkan masalah
setelah masalah diidentifikasi, dan dibatasi maka selanjutnya masalah
tersebut dirumuskan. Rumusan masalah pada umumnya dinyatakan dalam kalimat
pertanyaan. Dengan pertanyaan ini maka akan dapat memandu peneliti untuk kengiatan
penelitian selanjutnya.Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka
peneliti menggunakan berbangai teori menjawabnya.
Hipotesis
yang masih merupakan jawaban sementara tersebut, selanjutnya akan
dibuktikan kebenaranya secara empiris/nyata.untuk itu peneliti
melakukan pengumpulan data. Pengumpulan data dilakukan pada
populasi tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti.
Menelitih
adalah mencari data yang diteliti/akurat. Untuk itu peneliti menggunakan
instrument penelitian. Dalam ilmu-ilmu alam, teknik, dan
ilmu-ilmu empirik lainnya, instrument penelitian seperti
thermometer untuk mengukur suhu, timbangan untuk mengukur berat semuanya
sudah ada, sehingga tidak perlu membuat instrument. Setelah instrument
teruji validitas dan reliabilitasnya, maka dapat digunakan untuk mengukur
variabel yang telah ditetapkan untuk diteliti. Instrumen untuk
pengumpulan data dapat berbentuk test dan non test.
Data
yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis. Analisis diarahkan untuk
menjawab rumusan masalah dan hipotesis yang diajukan. Dalam penelitian
kuantitatif analisis data penggunaan statistik. Statistik yang digunakan dapat berupa
statistik deskriptif dan statistic nonparamentris.
Data
hasil analisi selanjutnya disajikan dan diberikan pembahasan. pengkajian data dapat
menggunakan table ditribusi frekuensi. grafik garis, grafik
batang piechart (diagram lingkaran) dan pictogram. Pembahasan terhadap
hasil penelitian merupakan penjelasan yang mendalam dan inperstasasi terhadap
data-data yang telah di sajikan.
C.
Masalah
Seperti
telah dikemukan bahwa pada dasarnya penelitian iti dilakukan dengan tujuan
untuk mendapatkan data yang antara lain dapat digunakan untuk memecahkan
masalah. Untuk itu setiap penelitian yang akan dilakukan harus selalu
berangkat dari masalah.
Seperti dinyatakan oleh emori (1985)
bahwa, baik penelitian murni maupun terapan, semuanya
berangkat
dari masalah, hanya untuk penelitian terapan, hasilnya langsung
dapat digunakan untuk membuat keputusan.
Jadi setiap penelitian
yang akan dilakukan harus selalu berangkat dari masalah, walaupun
diakui bahwa memiliki masalah penelitian sering merupakan hal yang paling sulit
dalam proses penelitian (tuckman, 1998). Bila dalam penelitian
telah dapat menemukan masalah yang betul-betul masalah, maka sebenarnya
pekerjaan penelitian 50% telah selesai. Oleh karena itu, menemukan masalah
dalam penelitian merupakan pekerjaan yang tidak mudah, tetapi setelah masalah
dapat ditemukan, maka pekerjaan penelitian akan segera dapat dilakukan.
1.
Sumber Masalah
Masalah dapat diartikan sebangai
penyimpangan antara yang seharusnya dengan apa yang benar-benar terjadi, antara
teori dengan praktek, antara aturan dengan pelaksanaan, antara rencana dengan
pelaksanaan. Stonner (1982) mengemukakan bahwa masalah-masalah dapat
diketahui atau dicari apabila terdapat penyimpangan antara pengalaman dan
kenyataan, antara apa yang direncanakan dengan kenyataan, adanya
pengaduan, dan kompetisi.
a.
Terdapat penyimpangan
antara pengalaman dengan kenyataan.
Didunia ini
yang tetap hanya perubahan namun sering perubahan itu tidak diharapkan oleh
orang-orang tertentu, karena akan dapat menimbulkan masalah.
b.
Terdapat penyimpangan
antara apa yang telah direncanakan dengan kenyataan. Suatu rencana yang
telah ditetapkan, tetapi hasilnya tidak sesuai dengan tujuan dari rencana
tersebut, maka tentu ada
masalah.
c.
Ada pengaduan
Dalam suatu
organisasi yang tadinya tenang tidak ada masalah, ternyata setelah ada
pihak tertentu yang mengadukan produk maupun pelayanan yang diberikan, maka
timbul masalah dalam organisasi itu.
D.
Rumusan masalah
a.
Rumusan masalah
komparatif
Rumusan masalah
kompiratif adalah rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan
suatu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda, atau
pada waktu yang berbeda. contoh rumusan masalahnya adalah sebangai berikut.
·
Adakah perbedaan produktifitas kerja antara pengawai negeri. BUMN
dan swasta? (satu variabel pada 3 sampel).
·
Adakah kesamaan cara
promosi antara perusahaan A dan B?
·
Adakah perbedaan, kemampuan
dan disiplin kerja antara pengawai swasta nasional,dan perusahaan asing (2
variabel, pada 2 sampel)
·
Adakah perbedaan
kenyamanan naik kereta api dan bus menurut berbangai kelompok masyarakat.
b.
Rumusan masalah
assosiatif
Rumusan masalah
assosiatif adalah suatu rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan
hubungan antara 2 variabel atau lebih. terdapat 3 bentuk hubungan yaitu: hubungan
simetris, hubungan kausal, dan interaktif/resifrocall/timbale
balik.
Ø Hubungan simetris
Hubungan
simetris adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan
munculnya bersama. Jadi bukan hubungan kausal maupun interaktif
Ø Hubungan kausal
Hubungan
kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibatnya. Jadi disini ada
variabel independen (variabel yang mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi).
Ø Hubugan interaktif/risiprocal/timbal balik
Hubungan
interaktif adalah hubungan yang saling mempengaruhu. Disini tidak diketahui
mana variabel independen dan depanden.
E.
Variabel Penelitian
Pengertian
variabel penelitian
Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa
saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh
informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya.
Secara
teoritis variabel dapat didefenisikan sebagai atribut seseorang,atau obyek, yang
mempunyai “variasi” antara satu orang dengan yang lainatau satu obyek dengan
obyek yang lain (hatch dan farhady, 1981).
Karlinger (1973) menyatakan bahwa variabel adalah
konstrukatau sifat yang dapat dipelajari.diberikan contoh misalnya tingkat
aspirasi, penghasilan, pendidikan, status social,jenis
kelamin, golongan gaji, produktivitas kerja, dan
lain-lain.
Dari
pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu
atribut atau sifat atau nilaidari orang, obyek atau
kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk
dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Macam-macam variable
a)
Variabel
independen atau variabel bebas
Merupakan
variabel yang mempengaruhu atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya
variabel dependen (terikat)
b)
Variabel
dependen arau variabel terikat
Variabel yang
dipengaruhu atau yang menjadi akibat, karena adanya veriabel bebas.
c)
Variabel
moderator
Variabel yang
mempengaruhu (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen
dan dependen
d)
Variabel control
Variabel yang
dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap
dependen tidak di pengaruhu oleh factor luar yang tidak diteliti.
F.
Paradigma penelitian
Dalam penelitian kuantitatif /vositifistik, yang
dilandasi pada suatu asumsi bahwa suatu gejala itu dapat diklasifikasikan,dan
hubungan gejala bersifat kausal (sebab akibat), maka peneliti dapat
melakukan penelitian dengan mengfokoskan kepada eberapa variabel saja. pada hubungan antara
variabel jadi akan diteliti tersebut selanjutnya disebut sebagai paradigm
penelitian.
Jadi paradigma penelitian dalam hal ini artikan sebagai pola
fikir yang menunjukan hubungan antara variabel yang akan diteliti yang
sekaligus mencerminkan jenis dan jumlah rumusan masalah yang perlu dijawab
melalui penelitian, teori yang digunakan untuk merumuskan hipotesis, jenis
dan jumlah hipotesis, dan teknik analisis statistic yang akan digunakan.
G.
Menemukan masalah
Pada dasarnya setiap orang memiliki masalah, bahkan
orang yang tidak mempunyai masalah atau dimasahkan oleh orang lain (hanya orang
gila yang tidak mempunyai masalah). namun seperti telah dikemukakan bahwa
menemukan masalah yang betul-betul masalah bukanlah pekerjaan mudah. Oleh karena itu, bila masalah
penelitian telah ditemukan, maka pekerjaan penelitian telah 50%
selesai.dengan demikian pekerjaan menemukan masalah merupakan 50% dari
kengiatan penelitian
Untuk
menemukan masalah dapat dilakukan dengan cara meelakukan analisis masalah, yaitu
dengan pohon masalah.dengan analisi masalah melalui pohon masalah ini, maka
permasalahan dapat diketahui mana masalah yang penting, yang kurang pentig dan
yang tidak penting. Melalui analisis masalah ini juga dapat diketahui akar-akar
permasalahannya.
LANDASAN TEORI, KERANGKA
BERFIKIR DAN
PENGAJUAN HIPOTESIS
A.
Pengertian teori
Teori adalah alur logika atau penalaran, yang
merupakan seperangkat konsep, berselisih, dan kroposisi yang
disusun secara sistematis. Secara umum, teori mempunyai 3
fungsi, yaitu untuk menjelaskan (eksplanation), meramalkan
(prediction), dan pengendalian (control) suatu gejala.
B.
Tingkat dan fokus teori
Numan (dalam
Sugiyono, 2008) mengatakan bahwa tingkatan teori dapat dibedakan menjadi tiga,
yaitu: micro, meso, dan macro.
Level
teori micro maksudnya: memerlukan hanya sedikit waktu, tempat,
dan sejumlah orang. Konsep, biasanya tidak terlalu abstrak.
Level
teori meso maksudnya: mencoba menarik benang merah antara
micro dan macro. Contoh: teori organisasi dan gerakan sosial, atau komunitas
tertentu.
Level teori
macro: berkenaan dengan hal-hal yang operasional seperti lembaga
sosial, sistem budaya secara keseluruhan, dan keseluruhan masyarakat. Level ini
banyak menggunakan konsep dan abstract.
Selanjutnya, Numan mengatakan
bahwa fokus teori dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
teori substantif, teori formal, dan teori pertengahan (antara):
v Teori substantif adalah pengembangan dari hal-hal
yang khusus, seperti: aksi pemogokan kerja, kelompok anak nakal, perceraian,
atau pertentangan antar golongan.
v Teori formal adalah konsep yang global di dalam
ilmu umum, seperti penyimpangan – penyimpangan dalam bidang sosial dan
kekuasaan.
v Teori pertengahan (antara) adalah sedikit lebih
abstrak. Bentuknya dapat formal. Biasanya digunakan didalam ilmu sosiologi.
C. Kegunaan teori
dalam penelitian
Dalam kaitannya
dengan penelitian, maka fungsi teori adalah sebagai berikut:
a.
Digunakan untuk
memperjelas dan mempertajam ruang lingkup, atau konstruk variabel yang akan
diteliti.
b.
(Prediksi dan
pemandu untuk menemukan fakta) adalah merumuskan hipotesis dan menyusun
instrumen penelitian, karena pada dasarnya hipotesis itu merupakan pernyataan
yang bersifat prediktif.
c.
Digunakan
mencandra dan membahas hasil penelitian, sehingga selanjutnya digunakan untuk
memberikan saran dalam pemecahan masalah.
D.
Deskripsi teori
Deskripsi
teori dalam suatu penelitian merupakan uraian sistematis tentang teori (dan
bukan sekedar pendapat pakar atau penulis buku) dan hasil-hasil penelitian yang
releven dengan variabel yang diteliti. Berapa jumlah kelompok teori yang perlu
dikemukakan/dideskripsikan, akan tergantung pada luasnya
permasalahan dan secara teknis tergantung pada jumlah variabel yang diteliti.
v Langkah-langkah untuk dapat melakukan pendeskripsikan teori
adalah sebagai berikut:
§ Tetapkan nama variabel yang diteliti, dan
jumlah variabelnya.
§ Cari sumber-sumber bacaan (buku, kamus, ensiklopedie, journal
ilmiah, laporan penelitian, skripsi, tesis, disertai)
yang banyak-banyaknya dan yang releven dengan setiap variabel yang diteliti.
§ Lihat daftar isi setiap buku, dan pilih topic yang
releven dengan setiap variabel yang akan diteliti
§ Cari defenisi setiap variabel yang akan diteliti pada setiap
sumber bacaan, bandingkan dengan antara satu sumber vdengan sumber yang
lain, dan pilih definisi yang sesuai dengan penelitan yang akan
dilakukan.
§ Baca seluruh isi topic buku yang sesuai dengan variabel yang
akan diteliti,lakukan analisa, renungkan, dan buatlah rumusan
dengan bahasa sendiri tentang isi setiap sumber data yang dibaca.
§ Deskripsikan teori-teori yang telah dibaca dari berbagai
sumber kedalam bentuk tulisan dengan bahasa sendiri.
E.
Kerangka Berfikir
Uma Sekaran (Dalam Sugiyono,
2008) mengatakan Kerangka berfikir
merupakan model konseptual tentang bangaimana teori berhubungan dengan
berbangai factor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting.
Kerangka
berfikir yang baik akan menjelaskan secara teoritis perlautan antara variabel
yang akan diteliti, jadi secara teoritis,peril dijelaskan hubungan antara
variabel independen dan dependen.
1. Menetapkan variabel yang
diteliti.
Untuk menentukan kelompok teori apa yang perlu
dikemukakan dalam menyusun kerangka berpikir untuk pengajuan hipotesis, maka
harus ditetapkan terlebih dulu variabel penelitiannya. Berapa jumlah variabel
yang diteliti, dan apakah nama setiap variabel, merupakan titik tolak untuk
menentukan teori yang akan dikemukakan.
2. Membaca buku hasil penelitian
(HP).
Setelah variabel ditentukan , maka langkah berikutnya
adalah membaca buku – buku dan hasil penelitian yang relevan. Buku – buku yang
dibaca dapat berbentuk teks, ensiklopedia, dan kamus. Hasil penelitian yang
dapat dibaca adalah: laporan penelitian, journal ilmiah, skripsi, tesis dan
disertasi.
3. Deskripsi teori dan hasil
penelitian (HP).
Dari
buku dan hasil penelitian yang dibaca akan dapat dikemukakan teori – teori yang
berkenaan dengan variabel yang diteliti. Deskripsi teori berisi tentang
definisi terhadap masing –masing variabel yang diteliti, uraian
rinci tentang ruang lingkup setiap variabel, dan kedudukan antara variabel satu
dengan yang lain.
4.
Analisis Kritis terhadap Teori dan Hasil Penelitian
Pada tahap ini peneliti melakukan analisis secara
kritis terhadap teori – teori dan hasil penelitian yang telah dikemukakan.
Dalam analisis ini peneliti akan mengkaji apakah teori – teori dan hasil
penelitian yang telah ditetapkan itu betul – betul sesuai dengan
obyek penelitian atau tidak, karena sering terjadi teori – teori yang berasal
dari luar tidak sesuai dengan kondisi di dalam negeri.
5.
Analisis
komparatif terhadap teori dan hasil penelitian.
Analisis komparatif dilakukan dengan cara
membandingkan antara teori satu dengan teori yang lain, dan hasil penelitian
satu dengan penelitian yang lain. Melalui analisis komparitif ini peneliti dapat
memadukan antara teori satu dengan teori yang lain, atau mereduksi bila
dipandang terlalu luas.
6.
Sintesa
kesimpulan
Melalui analisis kritis dan komparatif thdp
teori-teori dan hasil penelitian yg relevan dgn semua variabel yg diteliti,
selanjutnya peneliti dapat melakukan sintesa atau kesimpulan sementara.
Perpaduan sintesa antara variabel satu dgn variabel yang lain akan
mengahasilkan kerangka berpikir yang selanjutnya dapat digunakan untuk
merumuskan hipotesis.
7.
Kerangka
Berpikir
Setelah sintesa atau kesimpulan sementara dapat
dirumuskan maka selanjutnya dapat disusun kerangka berpikir. Kerangka berpikir
yang dihasilkan dapat berupa kerangka berpikir yang asosiatif/hubungan maupun
komparatif/perbandingan. Kerangka berpikir asosiatif dapat menggunakan kalimat:
jika begini maka akan begitu; Jika guru kompeten,
maka hasil belajar akan tinggi. Jika kepemimpinan kepala sekolah baik, maka
iklim kerja sekolah akan baik. Jika kebijakan pendidikan dilaksanakan secara
baik dan konsisten, maka kualitas SDM di Indonesia akan meningkat pada gradasi
yang tinggi.
8.
Hipotesis
Berdasarkan kerangka berpikir tersebut selanjutnya
disusun hipotesis. Bila kerangka berpikir berbunyi ”jika guru kompeten, maka
hasil belajar akan tinggi”, maka hipotesisnya berbunyi ”ada
hubungan yang positif dan signifikan antara kompetensi guru dengan hasil
belajar”. Bila kerangka berpikir berbunyi karena lembaga pendidikan A
menggunakan teknologi pembelajaran yang tinggi, maka kualitas hasil belajar
akan lebih tinggi bila dibandingkan dengan lembaga pendidikan B yang teknologi
pembelajarannya rendah. Hipotesisnya akan berbunyi: ”Terdapat perbedaan
kualitas hasil belajar yang signifikan antara lembaga pendidikan A dan B, atau
hasil belajar lembaga pendidikan A lebih tinggi bila dibandingkan dengan
lembaga pendidikan B”
Selanjutnya,
Uma Sekaran (dalam Sugiyono, 2008) menengarahi bahwa kerangka berpikir yang
baik, memuat hal – hal sebagai berikut:
Variabel
– variabel yang akan diteliti harus dijelaskan.
Diskusi
dalam kerangka berpikir harus dapat menunjukkan dan menjelaskan hubungan antar
variabel yang diteliti, dan teori yang mendasari.
Diskusi
juga harus dapat menunjukkan dan menjelaskan apakah hubungan antar variabel itu
positif atau negatip, berbentuk simetris, kausal atau interaktif (timbal balik).
Kerangka
berpikir tersebut selanjutnya perlu dinyatakan dalam bentuk diagram (paradigma
penelitian), sehingga pihak lain dapat memahami kerangka berpikir yang
dikemukakan.
F.
Hipotesis
Hipotesis
merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana
rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. dikatakan
sementara, karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori
yang releven, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh
melalui pengumpulan data.
Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang
menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kuantitatif, tidak
dirumuskan hipotesis, tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis.
Bentuk-bentuk hipotesis
·
Hipotesis deskriptif
Hipotesis deskriptif adalah jawaban
sementara terhadap masalah deskriptif.
·
Hipotesis komparatif
Hipotesis komparatif adalah jawaban
sementara terhadap rumusan masalah komparatif. Pada rumusan ini variabelnya sama
tetapi populasi atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan itu
terjadi padaktu yang berbeda.
·
Hipotesis assosiatif
Hipotesis
assosiatif adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah assosiatif, yaitu yang menyakan
hubungan antara dua variabel atau lebih
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Penelitian
Kuantitatif adalah penelitian yang ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya. Penelitian kuantitatif
menyajikan proposal yang bersifat lengkap, rinci, prosedur yang spesifik,
literatur yang lengkap dan hipotesis yang dirumuskan dengan jelas.
Sebuah
penelitian tentunya harus dirancang dan direncanakan terlebih dahulu. Dalam
penelitian kuantitatif, pelaksanaan penelitian meliputi proses membuat
percobaan ataupun pengamatan serta memilih pengukuran variabel, prosedur dan
teknik sampling, instrument, pengumpulan data, analisis data yang terkumpul,
dan pelaporan hasil penelitian. Selain hal-hal tersebut, peneliti juga harus
memikirkan teknik, instrumen, dan kelengkapan penelitian lainnya yang diperlukan
dalam penelitian kuantitatif.
Tujuan
Penelitian Kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model
matematis, teori-teori dan hipotesis yang dikaitkan dengan fenomena alam. Penelitian kuantitatif banyak digunakan untuk menguji suatu teori, untuk
menyajikan suatu fakta atau mendeskripsikan statistik, untuk menunjukkan
hubungan antarvariabel, dan ada pula yang bersifat mengembangkan konsep,
mengembangkan pemahaman atau mendeskripsikan banyak hal, baik itu dalam
ilmu-ilmu alam maupun ilmu-ilmu social.
B.
SARAN
Kami menyadari dalam pembuatan
makalah ini masih banyak kekurangan. Kami tetap berharap makalah ini tetap
memeberikan manfaat bagi pembaca. Namun, saran dan kritik yang sifatnya
membangun dengan tangan terbuka kami terima demi kesempurnaan dimasa akan
datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Prof.
Dr. Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D.Bandung:
Alfabet